Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Reshuflle menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II akan segera dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proses yang berjalan saat ini adalah SBY sedang menentukan posisi-posisi menteri baru di tubuh kabinetnya.
"Sudah pastinya (reshufle). Ini lagi jalan prosesnya," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok lewat perbincangan singkat dengan detikcom, Minggu (6/3/2011).
SBY Sedang Utak-atik Posisi Menteri Baru di Kabinetnya
Namun mantan ketua DPP PD tersebut membantah SBY akan mengumumkan reshuffle kabinet pada hari ini. Penentuan waktu rshuffle diserahkan sepenuhnya pada pribadi SBY.

"Tidak hari ini, kita tunggu saja. Politik bukan matematik," kata Mubarok.

Pasca hak angket pajak kandas pada 22 Februari lalu, desakan untuk melakukan reshuffle kabinet kencang didengungkan terutama pada dua partai koalisi yang dinilai 'membelot'; PKS dan Partai Golkar.

Bahkan, SBY terang-terangan meminta partai yang tak mampu lagi mematuhi butir-butir koalisi untuk mudur dari Setgab. Dalam pidato selama hampir 10 menit itu, pada Selasa (1/3) lalu, SBY menyinggung ada satu-dua partai yang tak menaati aturan dalam koalisi, meski ia tidak menyebutkan nama partai yang dimaksud.

Jelang reshuffle kabinet, isu yang berkembang pun kian liar. Beredar kabar jika PKS dapat teguran keras akibat 'membangkang' dari koalisi pemerintahan. Jatah empat menteri yang saat ini diperoleh PKS konon bakal dihilangkan. Sementara untuk Golkar, jatah tiga menteri yang diperolehnya akan di pangkas menjadi kurang dari jumlah awal.

Kekosongan menteri yang ditinggalkan oleh PKS dan Golkar akan segera diisi oleh beberapa partai. Disebut-sebut jatah itu akan beralih ke Gerindra dan PDIP. Namun adapula yang menyebut, jika jatah itu akan diberikan kepada partai-partai lama yang masih berada di koalisi pemerintahan. (fiq/gun)(detikNews)

Senin, 7 Maret 2011
      Berita Daerah :

      Berita Nasional :